Hukum dan Prosedur Pengangkatan Anak

Hukum dan Prosedur Pengangkatan Anak

Artikel download

Tagline

By Administrator

  HUKUM DAN PROSEDUR PENGANGKATAN ANAK Arifin(Hakim PA Tulang Bawang) Pengangkatan anak dalam literatur Arab disebut “tabanni” secara historis sudah…

More...
Ternyata Mengeluarkan Zakat Tidak Sulit

Ternyata Mengeluarkan Zakat Tidak Sulit

Artikel download

Tagline

By Administrator

TERNYATA MENGELUARKAN ZAKAT TIDAK SULIT Firman Allah SWT: Hai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari usahamu yang baik-baik dan…

More...
Sekjen Badilag: Persiapkan Mental Untuk ISO

Sekjen Badilag: Persiapkan Mental Untuk ISO

 (Poto: di ruang kerja Ketua)PA Tanggamus mengadakan rapat terkait kunjungan Sekretaris Ditjen Badilag H Tukiran SH MM di Ruang Sidang…

More...
APAKAH TUJUAN BERPUASA ITU?

APAKAH TUJUAN BERPUASA ITU?

Berita

Tagline

By Administrator

APAKAH TUJUAN BERPUASA ITU?Kota Agung, 2 Ramadhan 1437 H / Selasa 8 Juni 2016. Momentum di bulan ramahdan memang selayaknya…

More...
Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2011 JoomlaWorks Ltd.
Statistik
Kunjungan : 124267

APAKAH TUJUAN BERPUASA ITU?

APAKAH TUJUAN BERPUASA ITU?

Kota Agung, 2 Ramadhan 1437 H / Selasa 8 Juni 2016. Momentum di bulan ramahdan memang selayaknya kita sebagai umat muslim memperbanyak amal ibadah, Karena di bulan ini merupakan bulan yang istimewa dimana semua perbuatan baik di lipat gandakan. Demikian halnya PA Tanggamus melalui Ta’mir Masjid Almahkamah bapak Machfudin,  menjadawalkan kegitan selama bulan ramadhan di isi dengan berbagai macam kegitan di antaranya belajar Tajdwid dan kulsem (Kuliah sembilan Menit) serta sesi Tanya jawab. Memasuki hari ke dua puasa yang bertindak sebagai MC adalah bapak Panitera Edi Kisay dan selaku Penceramah adalah bapak Ketua Sodikin.

Mengawali isi ceramahna Beliau membacakan surat Al Baqarah: 183-184

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jia ia tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 183-184)

Lebih dari 1400 tahun yang lalu ayat ini yang menjadi dasar umat Islam berpuasa dan selalu di suarakan dalam setiap kegiatan kegamaan tetang puasa. Lalu apa isi kandungan ayat ini sehingga kita diwajibkan untuk melakukan puasa, apakah hanya menahan sekadar lapar saja, atau sekedar acara tahunan yang tidak berkesan, tentu tidak. Jawabanya adalah menjadikan manusia tataqun (manusia yang bertqwa).

Karerena hakekatnya puasa mendidik kita menjadi manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsu, sehingga terwujudlah jiwa muttaqin yang di aplikasikan dalam kehidupan sosial.

Kita tentu tahu setelah kehidupan dunia pastilah kita akan mati dan meninggalkan semua label diri yang menempel pada diri kiti. Semua akan kita tinggalkan, kita punya wajah tampan, cantik, kendaraan bagus, rumah megah itu semua akan kita tinggalkan. Lalu apa yang harus kita bawa untuk menemani kita di alam kubur? Lalu beliau menyebutkan sebuah hadits :

“Ada tiga perkara yang mengiringi mayat. Yang dua kembali, sedangkan yang satu tetap tinggal bersamanya. Mayat diiringi keluarganya,hartanya, dan amalnya. Keluarganya, hartanya dan amalnya. Keuarga dan hartanya kembali . sedangkan amalnya tetap mengiringinya.” (HR.al-Bukhori dan Muslim)


Di akhri ceramah beliau memesankan kepada jemaah, mari kita semua mengoptimalkan bulan Ramadhan ini, isi dengan kegitan – kegiatan yang postif , sehingga kita mampu merasakan faedah puasa dan terwujudlah jiwa taqwa yang menyetuh dalam aspek social.@yan.

 

 

Sekjen Badilag: Persiapkan Mental Untuk ISO

 

(Poto: di ruang kerja Ketua)

PA Tanggamus mengadakan rapat terkait kunjungan Sekretaris Ditjen Badilag H Tukiran SH MM di Ruang Sidang II Abu Musa Al-Asy’Ariy Pengadilan Agama Tanggamus, Senin (31/5/2016). “Saya mendapat kesan senang bisa bertemu silaturahmi dengan bapak ibu sekalian. Ada kondisi sampai pensiun tidak pernah ketemu. Idealnya kita minimal sekali pernah bertemu, seperti kali ini. Ini kunjungan yang sudah direncanakan. PTA Bandarlampung memilih PA Tanggamus untuk mendapat bimbingan untuk mendapatkan ISO 9001:2015. Karena kesibukan hampir tidak terlaksana. Saya merasa berhutang. Lihat lihat tanggal akhirnya bisa kesini. Acara lain saya geser. Padahal semu acara penting. Tapi saya ke Tanggamus.”

Tukiran mengatakan, “Saya ingin sosialisasikan agar kawan kawan bisa persiapkan diri secara sempurna. Agar saat bimbingan kita bisa mendapatkan informasi yang cukup. Jika sudah ditunjuk orangnya yang mmbimbing tidak bisa lagi kita silaturahmi. Seperti PA Palangkaraya berkali kali menelepon saya untuk hadir tapi belum saya konfirmasi.”

Pelaksanaan sistem manajemen mutu oleh konsultan yang dibiayai negara sudah berjalan tahun 2015. Anggaran dibatasi pada kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat. Bukan ke perjalanan dinas atau lainnya. Tahun 2016 ini tadinya juga ingin kita anggarkan tapi menjadi beban buat kami. Saya bilang pada 2015 “Tahun depan” mau tidak mau tahun 2016 ini saya anggarkan. Bagaimana agar sistem manajemen mutu ini bisa kita laksanakan tanpa konsultan? Ada pedoman, kita berikan payung hukum agar bisa diterakan ke pengadilan. Supaya merata, ada 359 satker dan empat pengadilan lain termasuk Mahkamah Syariah.

Dari segi anggaran ISO nanti tidak kita berikan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk konsultan dalam bentuk lelang sederhana.  Persiapan bapak dan ibu sekalian hanyalah mental dan kemauan. Ada satu kekhawatiran dari beberapa pegawai. Seolah olah dengan penerapan sistem manajemen mutu ini memberatkan dan jadi momok. Harusnya jangan diopinikan negatif. Kenapa kita perlu menerapkan manajemen mutu ini? Sulitnya masyarakat mendapatkan akses ke pengadilan. Tapi di Tanggamussudah ada TMC. Ini memberi solusi. Kedua lambannya penyelesaian perkara. Berapa persen perkara yang diselesaikan PA Tanggamus ini, tercapai 85% tidak dalam setahun?

Penyelesaian perkara mencapai 86% di PA Yogyakarta. Dengan beban perkara yang lebih banyak, penyelesaian perkara mencapai 88%. Artinya dengan manajemen ISO bisa menyelesaikan semua itu. Masalah berikutnya adalah aparatur pengadilan, integritas dan kepemimpinan. Dengan Iso, baik layanan yang bersifat internal dan eksternal diharapkan memenuhi standar internasional. Kalau kita mengklaim kinerja sudah baik, buktinya ada yang terjaring korupsi, masalah layanan pengaduan juga begitu. Moralitas pegawai juga demikian. Maka ISO menjadi solusi masalah yang kita lalui.

(Poto : diruang kepaniteraan)

Dengan sistem manajemen mutu itu kita akan dapan dapat mengetahui tanpa penggaris. Kita tahu apa yang kurang optimal, dan apa yang bisa kita tingkatkan, tanpa melihat indeks kepuasan masyarakat. Maka apa yang bisa kita lakukan dalam memperbaiki secara kesinambungan dalam memecahkan problem layanan terhadap masyarakat.

Terbangunnya sistem,  penerapan secara konsisten mengenai teori PDCA; plan, doing, check, evaluation, action. Adanya pola SIPP dan lainnya akan dioptimalkan melalui konsep PDCA tadi. Orientasi pola pikir kita tidak kemana mana. Sarana prasarana nomor 13. Komitmen kita yang utama. Pelayanan yang terbaik, bukan pelayanan yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik Allah. Karena setelah kita ISO kita dapat merasakan masih ada yang perlu ditingkatkan. Itulah pelayanan terbaik.

Bimbingan ISO ini hanya 3 bulan. Persiapkan mental. Selama ini kita kerja seenaknya sendiri, setelah belajar, ada prinsip yang harus dipatuhi. Kebiasaan yang kita nyaman tapi mendapat keuntungan, ini akan menjadi kegelisahan kita semua. Jadilah orang yang merasa puas memberikan layanan. Ada prinsip prinsip yang harus dilaksanakan, jangan ditentang, jangan memprovokasi, jangan mengkondisikan masyarakat di belakang layar agar program ini tidak berjalan.

Kami pesankan, ISO itu tidak akan berhasil kalau tidak ada komitmen bersama, kalau ada yang tidak mendukung, tanyakan kenapa tidak mau? Dengan kebijakan juga Badilag akan mengarahkan mau ke Pengadilan Agama mana anda mau bekerja. Mutasi antar kabupaten atau provinsi. Kalau anda saya mau saya ajak pikir rasional, kemanapun anda bekerja, kita tetap dituntut untuk melaksanakan pelayanan prima tersebut. Gara gara tidak mendukung malah dimutasi. Tapi jangan dijadkan modus.

Jangan ada yang takut untuk menjalankan ISO ini. Karena semua disepakati bersama. Kita ingin membangun sistem. Kita harapkan ISO ini dicapai, dapat sertifikat, sistem ini akan tersu berjalan. Apakah satu satunya jalan adalah dengan sistem? Iya. Kalau ketokohan juga bisa, tapi nanti otoriter.

Contohnya minutasi berkas. Paling lambat 14 hari setelah putus. PA Stabat memutuskan 6 hari. Apakah hakimnya stres? Tidak, karena mental, kemampuan dan sarana mereka siap.  Cobalah seperti itu, berbedalah dengan standar umum. Sebab ISO itu garansi. Begitu PA Tanggamus ISO. Hakim dikenal sebagai hakim ISO, Ketua dikenal sebagai Ketua ISO, dll. Maka nama baik itu dikenal. PA Tanggamus itu baik tapi jika ada oknum yang tidak baik bisa merusak semuanya.

Saya sangat rasional, tak perlu kode etik, terapkan saja Al-Quran, selesai. Semua yang ada di Al-Quran itu baik. Kembali ke standar tadi. Yang kita raih tidak aharus sama. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan. Sumberdaya, sarana prasarana dan aparatur. Target yang kita capai dapat kita prediksi. Kita dapat melakukan identifikasi pada bidang kerja. Kita dapat memahami sistem manajemen mutu. Siklus PDCA dapat kita pahami dan terapkan. Jangan ISO ini jadi beban. Memang kita harus punya ekstra waktu. Satu sisi kita belajar manajemen mutu, kita harus selesaikan tugas pokok. Ekstra waktu yang dibutuhkan adalah seusai jam kerja atau overtime.

Overtime bila ada uang lembur, manfaatkan itu. Agar mereka betul betul belajar. Ada kopi, snack, dll. Semua dilakukan secara transparan. Utarakan bersama jangan ada fitnah. Bukan untuk lembaga tapi untuk diri kita. Man, money, material memang dibutuhka n tapi ada langkah yangmesti diprioritas. Perbaikilaah dari sekarang.

Administrasi keuangan perkara perlu pembenahan lagi. Meskipun di dalam pelaksanaan tugas ini tidak ada panduan, tetap harus ada tuntunannya. “ini sudah bener belum?” harus ada audit internal. Kita sendiri yang menilai. Kalau kita bisa mengaudit internal, maka untuk audit eksternal kita sudah siap. Saya buka web, SOP bagian umum belum standar. Harusnya pakai flowchart. Evaluasi lagi. Dalam SOP itu kita harus secara jelas meletakkan dasar pelayanan itu.

(Poto :  di ruang sidang II PA.Tanggamus)

Terkait dengan surat masuk dan surat keluar, semuanya harus terikat UU. PA tingkat banding juga harus tahu. SOP uang digunakan harus SOP teknologi, bukan SOP manual. Efektif efisien dan ekonomis. Hanya saja ada prinsip prinsip yang tidak boleh diabaikan, yaitu prinsip kesederhanaan

 
Artikel yang lain...
Pilihan Bahasa
Aplikasi online

JDIH MARI

Situs Penting

mahkamah agusng

badilum

dilmitum

badilag

pembaruan

putusan asian lii

putusan ma

pedoman perilaku hakim

Jajak Pendapat
Layanan PA Tanggamus menurut anda?
 
Kalender Hijri